7 Tips Jitu Menata Lemari: Fashion Tetap Terkontrol!

Siapa di sini yang sering merasa kewalahan setiap buka lemari? Rasanya baju numpuk, mau cari apa susah, ujung-ujungnya malah pakai baju yang itu-itu lagi. Aku pun dulu begitu! Lemari bagaikan kotak pandora yang isinya campur aduk. Tapi tenang, setelah mencoba beberapa trik, akhirnya aku menemukan cara ampuh menata lemari agar fashion tetap terkontrol dan kegiatan memilih baju jadi lebih menyenangkan. Yuk, simak tipsnya!
1. Bongkar Semua Isi Lemari, Saatnya Evaluasi!

Langkah pertama yang krusial adalah membongkar seluruh isi lemari. Keluarkan semua pakaian, sepatu, tas, aksesoris, tanpa terkecuali. Aku tahu, ini terdengar melelahkan, tapi percayalah, ini adalah fondasi dari lemari yang terorganisir. Setelah semua keluar, saatnya evaluasi. Coba tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. a. Apakah Baju Ini Masih Muat?
Jujur pada diri sendiri. Kalau baju itu sudah terlalu sempit atau terlalu longgar, dan kamu sudah lama tidak memakainya karena alasan ukuran, saatnya mengucapkan selamat tinggal. Simpan hanya baju yang benar-benar pas dan nyaman dipakai.
1. b. Kapan Terakhir Kali Aku Memakai Baju Ini?
Aturan umumnya, jika kamu tidak memakai baju itu dalam setahun terakhir, kemungkinan besar kamu tidak akan memakainya lagi. Baju-baju ini hanya akan memakan tempat di lemari. Kecuali jika baju tersebut memiliki nilai sentimental yang tinggi, pertimbangkan untuk melepaskannya.
1. c. Apakah Baju Ini Masih dalam Kondisi Baik?
Periksa setiap baju dengan teliti. Apakah ada noda yang tidak bisa hilang? Apakah ada robekan atau kancing yang hilang? Jika baju sudah terlalu usang, sebaiknya disingkirkan. Baju yang sudah tidak layak pakai hanya akan membuat lemari terlihat berantakan.
1. d. Apakah Aku Benar-benar Suka Baju Ini?
Ini pertanyaan yang paling penting. Bahkan jika baju itu masih muat, dalam kondisi baik, dan sering kamu pakai, tapi kamu tidak benar-benar menyukainya, lebih baik disingkirkan. Baju yang tidak kamu sukai hanya akan membuatmu merasa tidak percaya diri saat memakainya.
Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, pisahkan baju-baju menjadi tiga kategori: Simpan, Sumbangkan/Jual, dan Buang. Proses ini memang membutuhkan waktu dan ketegasan, tapi percayalah, hasilnya akan sepadan.
2. Kategorikan Pakaian Berdasarkan Jenis dan Warna

Setelah proses pemilahan selesai, saatnya mengkategorikan pakaian yang akan disimpan. Pengkategorian ini akan memudahkanmu mencari pakaian saat dibutuhkan dan menjaga lemari tetap rapi.
2. a. Kategorikan Berdasarkan Jenis
Pisahkan pakaian berdasarkan jenisnya: atasan (kaos, kemeja, blus), bawahan (celana panjang, celana pendek, rok), dress, jaket, sweater, dll. Ini akan membuatmu lebih mudah menemukan item yang kamu cari.
2. b. Kategorikan Berdasarkan Warna
Setelah dikategorikan berdasarkan jenis, urutkan lagi berdasarkan warna. Mulai dari warna yang paling terang hingga warna yang paling gelap. Contohnya, urutkan kaos dari putih, krem, kuning, pink, merah, biru muda, biru tua, hingga hitam. Lemari yang terurut berdasarkan warna akan terlihat lebih rapi dan menyenangkan dipandang.
3. Manfaatkan Ruang Vertikal dengan Optimal

Lemari seringkali memiliki ruang vertikal yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Maksimalkan ruang ini dengan menggunakan rak tambahan, gantungan bertingkat, atau storage box.
3. a. Rak Tambahan
Rak tambahan sangat berguna untuk menyimpan tumpukan baju yang dilipat, seperti sweater, celana jeans, atau kaos. Pastikan rak tambahan memiliki tinggi yang sesuai dengan jenis pakaian yang akan disimpan.
3. b. Gantungan Bertingkat
Gantungan bertingkat sangat ideal untuk menggantung rok atau celana. Dengan menggunakan gantungan bertingkat, kamu bisa menghemat ruang dan menggantung lebih banyak pakaian.
3. c. Storage Box
Storage box sangat berguna untuk menyimpan barang-barang yang jarang dipakai, seperti pakaian musiman, aksesoris, atau sepatu. Pilih storage box yang transparan agar kamu bisa melihat isinya tanpa harus membongkarnya.
4. Lipat Pakaian dengan Rapi (Metode KonMari!)

Teknik melipat pakaian yang benar dapat menghemat ruang dan membuat lemari terlihat lebih rapi. Aku sendiri suka banget sama metode KonMari, yaitu melipat pakaian secara vertikal agar bisa berdiri tegak di dalam laci atau rak.
4. a. Melipat Vertikal
Dengan melipat vertikal, kamu bisa melihat semua pakaianmu dalam satu pandangan, tidak seperti melipat horizontal yang menumpuk pakaian satu di atas yang lain. Ini akan memudahkanmu memilih pakaian dan mencegah pakaian di bagian bawah tumpukan terlupakan.
4. b. Manfaat Metode KonMari
Metode KonMari tidak hanya tentang melipat pakaian, tapi juga tentang menghargai setiap pakaian yang kamu miliki. Sebelum melipat, luangkan waktu sejenak untuk menyentuh dan berterima kasih pada pakaian tersebut. Ini akan membuatmu lebih menghargai pakaianmu dan merawatnya dengan lebih baik.
5. Pilih Gantungan yang Seragam

Gantungan yang seragam akan memberikan kesan rapi dan teratur pada lemari. Sebaiknya pilih gantungan yang tipis agar menghemat ruang, tapi cukup kuat untuk menopang pakaianmu.
5. a. Jenis Gantungan
Ada berbagai jenis gantungan yang tersedia, seperti gantungan kayu, gantungan plastik, dan gantungan velvet. Gantungan velvet sangat bagus untuk mencegah pakaian melorot, tapi harganya relatif lebih mahal. Gantungan kayu memberikan kesan mewah, tapi memakan lebih banyak ruang.
5. b. Sesuaikan Dengan Kebutuhan
Pilihlah gantungan yang sesuai dengan kebutuhan dan budgetmu. Yang terpenting, pastikan semua gantungan seragam agar lemari terlihat lebih rapi.
6. Atur Sepatu dan Aksesoris dengan Cermat

Sepatu dan aksesoris seringkali menjadi penyebab utama lemari berantakan. Atur sepatu dan aksesoris dengan cermat agar tidak memakan banyak ruang dan mudah dicari.
6. a. Sepatu
Simpan sepatu di rak sepatu atau kotak sepatu. Jika ruang terbatas, kamu bisa menggunakan organizer sepatu gantung yang ditempatkan di belakang pintu lemari.
6. b. Aksesoris
Untuk aksesoris, gunakan organizer khusus untuk menyimpan perhiasan, ikat pinggang, syal, dan topi. Kamu juga bisa memanfaatkan laci kecil atau kotak penyimpanan untuk menyimpan aksesoris.
7. Rutin Merapikan Lemari (Minimal Sebulan Sekali)

Menata lemari bukan hanya sekali selesai. Agar lemari tetap rapi dan fashion tetap terkontrol, kamu perlu rutin merapikannya, minimal sebulan sekali.
7. a. Evaluasi Rutin
Setiap bulan, luangkan waktu untuk mengevaluasi isi lemari. Apakah ada baju yang sudah tidak dipakai lagi? Apakah ada baju yang perlu diperbaiki? Singkirkan baju-baju yang tidak terpakai dan perbaiki baju-baju yang rusak.
7. b. Kebiasaan Baik
Selain itu, biasakan untuk langsung menaruh baju kotor di keranjang cucian dan mengembalikan baju bersih ke lemari setelah dicuci. Hindari menumpuk baju di kursi atau di lantai, karena ini hanya akan membuat lemari terlihat lebih berantakan.
Dengan mengikuti tips-tips ini, aku yakin kamu bisa menata lemari dengan mudah dan membuat fashionmu tetap terkontrol. Ingat, lemari yang rapi akan membuat kegiatan memilih baju jadi lebih menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan dirimu. Selamat mencoba!
Posting Komentar